Kisah tentang kostum kebaya encim dan baju pangsi betawi

Penulis: Chaka Priambudi

Mengapa Kebaya Encim dan Pangsi Betawi?

Pertanyaan itu sebenarnya sering muncul di kepala saya, pasti beberapa diantara teman-teman pembaca yang sudah pernah nonton lantun orchestra manggung juga ingin menanyakan hal yang sama. Jadi saya tulis saja di blog ini, mudah-mudahan mau baca sampai habis.

Jadi begini ceritanya, waktu saya membentuk Lantun Orchestra tahun 2014, saya belum kepikiran kostum yang pas untuk personil cowoknya sementara untuk personil cewek saya sudah sepakat dengan kebaya encim dan kain tumpal karena modelnya yang unik dan cocok dengan musiknya . Jadi saya pikir masalah ini dibuat sederhana saja, pakai kaos oblong putih dan celana batik yang saya beli berdua dengan Sarah di pasar Thamrin city. Nah pada bagian leher saya merasa mesti ada sesuatu yang menggelantung seperti syal, walhasil saya potong saja sarung warna merah punya orang tua saya saya bagi 5 cukup untuk dipakai satu band.

IMG_9012.JPGIMG_9013.JPG

IMG_9018.JPG

Tiyo Alibasjah

Dika Chasmala

Nah, kenapa akhirnya jadi pakai baju pangsi? waktu itu kami butuh sesuatu yang agak mencolok dari warna dan bentuk. Terinspirasi dari pakaian yang biasa dikenakan para jagoan silat betawi akhirnya saya putuskan untuk mencari baju model tersebut. waktu itu saya beli di daerah tanah kusir, langsung di rumah pengrajinnya.ย Dan baju tersebut kami pakai pertama kali waktu manggung di Java Jazz 2015 dan secara kebetulan backdrop panggung kami senada dengan tema warna warni kota jakarta.

Lantun Orchestra - Java Jazz 2015
Photo by Yugo Isal

1799871_1543406139256079_6159505703042632069_o.jpg

11041687_1543405885922771_712824144968623166_o.jpg

IMG_0489
photo by yose riandi

IMG_0490.JPG

IMG_0493.JPG

Kemudian seirirng waktu berjalan, kami bertemu sebuah brand yang bersedia mensupport kostum kebaya encim yang selalu kami gunakan hingga sekarang. brand tersebut yaitu Roemah kebaya.ย Seingat saya Kebaya tersebut kami kenakan waktu manggung di acara “When Betawi Meets Jazz” di at america pacific place jakarta, dalam rangka international jazz day.

When Betawi Meets Jazz
Armiya Husein on Flute

IMG_1426.JPG

Kebaya encim dan baju pangsi ini terus kami gunakan hingga sekarang. Saya sendiri selalu mengenakan pangsi warna hijau, alasannya karena saya suka tanaman dan kegiatan yang berhubungan dengan Go Green (Ciehhh) apa coba? tapi serius memang ada tujuannya selain sebagai ciri khas.

IMG_7271.JPG

Kok gak pakai peci dan iket pinggang?

Ribet! saya sempat beli ikat pinggang ala babeh sabeni, cuman waktu itu putus. Nah, sekalian saja tidak usah pakai lah, biar sama semuanya yang penting tetap adem. Trus gak pakai peci/kopiah supaya tata rambut bisa lebih variatif, itu saja sih alasannya. Contohnya Kenny Gabriel bisa pakai topi, Trus mas Tiyo bisa pakai tutup kepala apalah itu namanya, lalu si Dika Chasmala bisa pakai ikat kepala kadang pakai blangkon juga.

IMG_7209.JPGIMG_7180.JPG

IMG_7237.JPG

Intinya soal gaya bisa tetap jadi diri sendiriย  Nah untuk sepatu biasanya kami semua serempak pakai model kets mulai dari Converse, Nike, Adidas hingga Onitsuka Tiger. Mudah-mudahan suatu hari ada yang mau kasih endorsement buat kami sepatu baik buatan lokal maupun luar negeri (AMIN).

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s